Template by:
Free Blog Templates

Jumat, 06 Januari 2012

instrumentasi BK


instrumentasi BK

Pengantar

Puji Syukur mari kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah mencurahkan dan melimpahkan kekuatan lahir dan bathin kapada kita semua, sehingga penulis dapat menyelesaikan tulisan kecil ini. Sholawat serta salam tercurah semoga Allah SWT limpahkan kepada junjungan nabi besar kita Muhammad SAW, yang senantiasa kita jadikan contoh dan suri tauladan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam penelitian sering sekali peneliti berhubungan dengan data, baik itu penelitian yang berhubungan dengan lapangan ataupun penelitian lainnya. Berikut adalah beberapa teknik dalam pengumpulan data untuk penelitian kelebihan dan kekurangan dalam pemakaiannya juga.
Dalam makalah ini penulis akan memaparkan tentang teknik pengumpulan data yang sangat di butuhkan dalam suatu penelitian.
1. Teknik Wawancara
2. Teknik Observasi (Observation)
3. Teknik Daftar Pertanyaan (Questioner)
Pengumpulan data merupakan langkah yang amat penting dalam metoda ilmiah, karena pada umumnya data yang dikumpulkn digunakan, kecuali untuk peneliatian eksploratif.
Perlu di tekankan bahwa cara pengumpulan data dapat dikerjakan berdasarkan pengalaman. Memang dapat dipelajari metode-metode
Pengumpulan data yang lumrah digunakan, tetapi bagaimana cara mengumpulkan data di lapangan, dan bagaimana menggunakan tekhnik tersebut di lapangan atau di labolatorium, berkehendak akan pengalaman yang banyak.



Penulis

Bandar lampung 29 september 2009



Observasi
Observasi merupakan teknik paling mendasar dalam teknik penilaian non testing. Observasi akan menghasilkan data yang merangsang dilakukanya hipotesis tentative tentang individual dan meyakinkan hipotesis yang lain.
Observasi yang efektif melalui pengamatan secara jelas, sadar dan selengkap mungkin tentang perilaku individu sebenarnya dlam keadaan tertentu.
Pentingnya Observasi adalah kemampuan dalam menentukan factor-faktor awal mula perilaku dan kemampuan untuk melukiskan secara akurat reaksi individu yang diamati dalam kondisi tertentu. Observasi mungkin perlu dilakukan dalam jangka waktu tertentu untuk menentukan sejauh mana beberapa factor yang kecil sesuai dengan desain yang lebih besar.
Pengumpulan data melalui observasi langsungatau dengan pengamatan langsung adalah cara pengambilan data dengan menggunakan mata tanpa ada pertolongan alat standar lain untuk keperluan tersebut.
Pemngamatan baru tergolong sebagai teknik mengumpulkan data, jika pengamatan tersebut memiliki criteria sebagai berikut:
a. Pengamatan di gunakan untuk penelitian dan telah direncanakan secara sistematik;
b. Pengamatan harus berkaitan dengan tujuan penelitian yang telah direncanakan;
c. Pengamatan tersebut dicatat secara sistematis dan dihubungkan secara proporsiumum dan bukan dipaparkan sebagai suatu set yang menarik perhatian saja;
d. Pengamatan dapat dicek dan di kontrol atas validitas dan reabilitasnya;
KESUKARAN-KESUKARAN DALAM OBSERVASI
Observasi yang akurat memerlukan kemampuan untuk mengevaluasi secara obyektif apa yang dianggap focus dalam memerlukan kesadaran tentang perasaan dan kepercayan seseorang. Jika pengamat kurang memilikiobyektivitas dalam melakukan perilaku seperti apa adanya, maka observasi yang dilakukan akan sia-sia.
Untuk memastikan bahwa perilaku yang teramati adalah perwakilan sari individu tersebut, maka perlu dilakukan sejumlah observasi dalam berbagai situasi dan waktu yang berbeda. Observasi tidak hanya mengumpulkan lebih banyak data tetapi juga menguraikan keadaan siswa dengan lebih akurat representatifdan bermakna.
Salah penafsiran obyek yang diobservasi dan ketidak akuratan dalam pelaporan merupakan masalah lain yang dapat meusak observasi. Serangkaian factor mental, minat atau harapan sering mengganggu persepsi terhadap perilaku atau situai tertentu, karena setiap orang cenderungmenilai lingkungan luarnya seperti yang pernah dialami sendiri. Factor pengalaman dalam observasi bisa mengakibatkan pengamat berlaku kurang obyektif, kecuali bila penekanan mentalnya sangat besar.
KEUNTUNGAN-KEUNTUNGAN DALAM OBSERVASI
Dengan cara pengamatan langsung, terdapat kemungkinan untuk mencatat hal-hal, perilaku, pertumbuhan, dan sebagainya, sewaktu kejadian tersebut berlaku atau sewaktu perilaku tersebut terjadi, selai itu juga dapat memperoleh data dari subyek baik yang tidak dapat berkomunikassi secara verbal atau yang tak mau berkomunikasi secara verbal.
MENINGKATKAN MUTU OBSERVASI
Yang dapat membantu mengontrol teknik-teknik pengamat adalah sebagai berikut:
1. Sebelum dilakukan observasi, tentukan aapa yang harus di observasi. Tujuan observasi harus di ketahui terlebih dahulu
2. Amatilah hanya satu orang. Para pengamat yang terampil dapat mengamati dengan tingkat keakuratan dua individu atau lebihpada saat yang sama.
3. Amatilah perilaku yang signifikan,
4. lakukan observasi secara merata
5. Belajarlah mengobservasi tanpa melakukan pencatatan selama masa observasi.
6. Jika mungkin catat dan rangkumlah hasil observasi setelah begitu selesai.




Wawancara
Wawancara adalah Proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara Tanya jawab sambil menatap muka antara sipenanya atau pewawancara dengan si penjawab atau responden dengan menggunakan alat yang dinamakan Iterwiew guide (panduan wawancara)
WAWANCARA SEBAGAI PROSES INTERAKSI
Interwiew merupakan proses interaksi antara pewawancara dan responden. Walaupun bagi pewawancara, proses tersebut adalahsatu bagian dari langkah-langkah dalam penelitian , tetapi belum tentu bagi responden, wawancara adalah bagian dari penelitian. Suatu elemen yang paling penting dari proses interaksi yang terjadi adalah wawasan dan pengertian (insight).
Faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi dalam wawancara





-




SASARAN ISI WAWANCARA
Sasaran dari isi pertanyaan atau keterangan yang ingin diperoleh berjenis-jenis banyak dan sifatnya, dan sukar dikelompokkan dalam jenis-jenis umum. Tetapi Selltiz (1964) mencoba mengelompokkan isi dari keterangan yang ingin diperoleh dengan cara wawancara sebagai berikut:
1. sasaran isi untuk memastikan suatu fakta
2. isi yang mempunyai sasaran untuk memastikan perasaan
3. isi yang mempunyai sasaran untuk menemukan suatu standar kegiatan
4. isi yang mempunyai sasaran untuk mengetahui perilaku sekarang atau perilaku terdahulu
5. isi yang mempunyai sasaran untuk memastikan kepercayaan tentang keadaan fakta
6. isi yang mempunyai sasaran mengetahui alasan-alasan

Angket

Alat lain untuk mengumpulkan data adalah daftar pertanyaan, yang sering disebutkan secara umum dengan nama kuesioner. Pertanyaan-pertanyaan yang terdapat dalam kuesioner, atau daftar pertanyaan tersebut cukup terperinci dan lengkap. Ini membedakan daftar pertanyaan dengan interwiew guide. Sehubung dengan ini sering dibedakan antara kuesioner dan schedule. Jika yang menuliskan isian kedalam kuesioner, adalah responden, maka daftar pertanyaan tersebut dinamakan kuesioner, sedangkan jika yang menulis isinya adalah pencatat yang membawakan daftar isian dalam suatu tatap muka, maka daftar pertanyaan dinamakan sebagai schedule. Pencatat yang mengadakan wawancara sesuai dengan pertanyaan dinamakan enumerator.

Angket juga dapat digunakan sebagai alat Bantu dalam rangka penilaian hasil belajar. Berbeda dengan wawancara dimana penilai (evaluator) berhadapan secara langsung (face to face) dengan peserta didik atau pihak lainnya, maka dengan menggunakan angket, pengumpulan data sebagai bahan penilaian hasil belajar jauh lebih prakti, menghemat waktu dan tenaga.



ISI DARI KUESIONER/SCHEDULE
kuesioner atau schedule harus mempunyai center perhatian, yaitu masalah yang ingin dipecahkan. Tiap pertanyaan harus merupakan bagian dari hipotesis yang ingin diuji. Dalam memperoleh keterangan yang berkisar pada masalah yang ingin dipecahkan itu, maka secara umum isi dari kuesioner atau schedule dapat berupa:
1. Pertanyaan tentang fakta;
2. Pertanyaan tentang pendapan (opinion)
3. Pertanyaan tentang persepsi diri

KESIMPULAN


Pengumpulan tidak lain dari suatu proses pengadaan data primer untuk keperluan penelitian. Pengumpulan data merupakan langkah yang amat penting dalam metoda ilmiah, karena pada umumnya data yang dikumpulkan digunakan, kecuali untuk penelitian eksploratif, untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan.

Data yang dikumpulkan harus cukup valid untuk digunakan. Validitasi dat dapat ditigkatkan jika alat pengukur sertakualitas dari pengambil datanya sendiri cukup valid. Alam penelitian bidang tertentu, seperti pada penelitian beberapa masalah psikologis, si pengambil data peneliti itu sendiri yang harus cukup terampil.

Pengumpulan data adalah prosedur yang sistematis dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan. Selalu ada hubungan antara metode mengumpulkan data dengan masalah penelitian yang ingin dipecahkan. Banyak masalah yang dirumuskan tidak akan bisa terpecahkan karena metode untuk memperoleh data yang digunakan tidak memungkinkan, ataupun metode yang tidak menghasilkan data seperti yang diinginkan. Jika hal demikian terjadi, maka tidak ada lain jalan bagi sipeneliti kecuali menukar masalah yang ingin dipecahkan.
















Daftar Pustaka
Sherter Bruce dan C.Stone Shelly. 1981. Fundamentals of Guidance.

Sudjiono Anas. 1995. Pengantar Evaluasi Belajar. Yogyakarta: Rajawali Pres

Nazir. Moh. 1983. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia









KESIMPULAN


Pengumpulan tidak lain dari suatu proses pengadaan data primer untuk keperluan penelitian. Pengumpulan data merupakan langkah yang amat penting dalam metoda ilmiah, karena pada umumnya data yang dikumpulkan digunakan, kecuali untuk penelitian eksploratif, untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan.

Data yang dikumpulkan harus cukup valid untuk digunakan. Validitasi dat dapat ditigkatkan jika alat pengukur sertakualitas dari pengambil datanya sendiri cukup valid. Alam penelitian bidang tertentu, seperti pada penelitian beberapa masalah psikologis, si pengambil data peneliti itu sendiri yang harus cukup terampil.

Pengumpulan data adalah prosedur yang sistematis dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan. Selalu ada hubungan antara metode mengumpulkan data dengan masalah penelitian yang ingin dipecahkan. Banyak masalah yang dirumuskan tidak akan bisa terpecahkan karena metode untuk memperoleh data yang digunakan tidak memungkinkan, ataupun metode yang tidak menghasilkan data seperti yang diinginkan. Jika hal demikian terjadi, maka tidak ada lain jalan bagi sipeneliti kecuali menukar masalah yang ingin dipecahkan.
















Daftar Pustaka
Sherter Bruce dan C.Stone Shelly. 1981. Fundamentals of Guidance.

Sudjiono Anas. 1995. Pengantar Evaluasi Belajar. Yogyakarta: Rajawali Pres

Nazir. Moh. 1983. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia

Artikel Terkait



0 komentar:

:10 :11 :12 :13
:14 :15 :16 :17
:18 :19 :20 :21
:22 :23 :24 :25
:26 :27 :28 :29
:30 :31 :32 :33
:34 :35 :36 :37
:38 :39 :40 :41
:42 :43 :44 :45
:46 :47 :48 :49
:50 :51 :52 :53
:54 :55 :56 :57
:58 :59 :60 :61
:62 :63

Poskan Komentar

 

Ryuk Shinigami - Death Note